Selasa, 15 Januari 2019

Cerita dibalik foto bersejarah


Anda tahu Hoogerwerf? Dia adalah fotografer harimau jawa ujungkulon yang sangat terkenal itu. Andries Hoogerwerf (1906-1977) pada 1931 sampai 1937 bekerja di Kebun Raya Bogor sebagai kepala departemen perburuan dan perlindungan alam (the Department for Hunting and Nature Conservation). Kemudian sejak 1937 dia dipercaya oleh pemerintah Hindia Belanda untuk memegang pimpinan dalam hal konservasi alam di wilayah Hindia Belanda.

Dia sempat menulis sebuah artikel (dalam bahasa Belanda tentunya) tentang ujungkulon dan harimau jawa. Beruntunglah seorang teman baik saya, poster dalam sebuah forum, yang juga orang Belanda berbaik hati menerjemahkannya dalam bahasa inggris. Kira kira terjemahannya kurang lebih seperti ini :

Buku kecil (Buklet) ini merupakan cetak ulang dari sebuah artikel yang diterbitkan dalam 'De Tropische Natuur', tahun 28, Vol. 1 (Majalah tentang alam dan satwa liar di daerah tropis oleh 'Nederlandsch-Indische Vereeniging tot Natuurbescherming' ('Organisasi Hindia Belanda untuk Perlindungan Alam') pada tahun 1939 di Buitenzorg (Bogor) yang ditulis oleh Hoogerwerf.


SUAKA MARGA SATWA UJUNGKULON


Artikel ini diterbitkan pada periode di mana konservasi menjadi topik hangat baik di India maupun Indonesia (hindia belanda). Alasannya adalah karena banyak yang mulai mengerti bahwa semua yang mereka (orang eropa dan belanda di indonesia) anggap 'normal' mulai menghilang dengan cepat tepat di depan mata mereka. khususnya berlaku untuk Jawa dan harimau Jawa. Suaka Margasatwa Udjung-Kulon, dekat dengan laut, adalah salah satu produk dari kesadaran ini. Dalam artikelnya, Hoogerwerf, menulis empat pertemuan dengan harimau jawa di Suaka Margasatwa Udjung-Kulon.

Pertemuan Pertama :
Seekor harimau yang dilihatnya mandi di 'kali' (sungai) pada tahun 1937 di siang hari bolong. Pada saat harimau menyadari kehadiran Hoogerwerf, seketika dia balik ke hutan dengan tergesa-gesa.


Pertemuan Kedua :
3 Mei 1938
  
Pada hari itu, Hoogerwerf keluar ke hutan untuk mengamati banteng. Dalam perjalanannya ke tempat persembunyian (di atas pohon), ia dan beberapa 'kuli' (pelacak asli pribumi yang bekerja di suaka marga satwa ujungkulon) tertarik ke sebuah semak semak  yang cukup dekat dengan laut. Alasannya adalah aroma bangkai menyengat. Disitu, mereka menemukan sisa-sisa (tulang, bagian dari tengkorak dan beberapa potongan kulit) seekor harimau (jantan).

Bagian atas tengkorak (mereka tidak menemukan mandibula-nya) mengindikasikan dia harimau jantan yang sangat tua. Tengkoraknya sekarang disimpan di Museum Sejarah Alam Alam (the Natural Natural History Museum) di Leiden. Sampai sekarang itu adalah tengkorak Harimau Jawa terbesar dengan ukuran 34,8 x 24,6 cm. Dibawah ini foto taring harimau tua tersebut




sebagai perbandingan, tengkorak terbesar kedua juga merupakan tengkorak harimau jawa jantan liar dewasa berukuran jauh lebih kecil (30,55 x 20,39 cm)dengan diameter taring kiri 3,2 cm tepat di garis gusi.

Sayang sekali Hoogerwerf, pada 3 Mei 1938, tidak memiliki kamera. Sekitar pukul setengah dua sore, kawanan banteng mulai bersuara dan bergerak ke arah semak belukar di dekatnya. Beberapa detik kemudian, seekor harimau muncul dan berjalan menuju pohon tempat Hoogerwerf bersembunyi. Dia minum, duduk sebentar dan kemudian perlahan-lahan berjalan pergi masuk ke hutan, benar-benar tidak meperdulikan kawanan banteng. Hoogerwerf mencatat bahwa setelahnya tidak ada seekor binatang lain pun yang berani menyeberangi bekas jalan harimau sore itu lagi.
Hoogerwerf memperhatikan bahwa warna dasar harimau tampak jauh lebih gelap daripada warna dasar kulit harimau jawa lain yang pernah yang dilihatnya. Dia menduga itu akibat dari cuaca dan lingkungan lembab tempat harimau hidup.

Pertemuan Ketiga :
28 Oktober 1938

Hoogerwerf sedang berada di pohonnya jam 8 pagi. Tepat sebelum tengah hari pada hari pertama, seekor harimau muncul dan langsung menuju ke kali. Hanya berjarak kurang dari 30 kaki (10 meter) dari Hoogerwerf, harimau itu minum di satu-satunya tempat yang teduh tanpa menyadari kehadirannya. Kali ini, Hoogerwerf membawa kameranya. Tanpa dia sadari. foto-foto yang dibuatnya kelak akan menjadi sangat terkenal dan bersejarah karena merupakan satu-satunya foto harimau jawa jantan dewasa liar yang masih hidup yang pernah ada.
Hoogerwerf terkagum-kagum dengan besarnya ukuran lengan/kaki depan dan tapak kakinya. Ketika harimau sudah merasa cukup, dia duduk sebentar dan kemudian perlahan kembali ke hutan.
Beberapa saat kemudian, Hoogerwerf mengukur jejak yang ditinggalkan harimau. Lebar kaki depan adalah 15,5 cm x 9 cm. Inilah foto-foto bersejarah itu. 

"... dia menuju ke tepian air dan minum banyak dan lama ..." (hlm. 6):   



“Dia berjalan kembali ke hutan (melalui jalan hutan) dibawah panas terik matahari ..." (hlm. 7):


Pertemuan Keempat :
30 Oktober 1938

Dua hari kemudian di hutan yang sama, Hoogerwerf, sekitar pukul 11 ​​pagi, memanjat pohon lain yang terletak di dekat sebuah kali. Kali ini, ia bermaksud untuk tinggal selama dua hari satu malam. Tidak lama setelah dia memanjat pohon, dia melihat tiga banteng dewasa, seekor banteng jantan muda berumur satu tahun dan seekor anakan yang masih kecil merumput di dekat kali mulai mendengus. Mereka mengawasi  semak kecil dekat kali. Beberapa saat kemudian harimau betina berukuran sedang menampakkan diri dari semak-semak itu. Kemudian dia langsung menuju hutan. Hoogerwerf lagi-lagi memperhatikan bahwa binatang-binatang lain (dengan penciumannya) tidak mau menyeberangi  jalan yang telah dilewati harimau betina dan oleh karena itu tidak mau pergi ke arah Kali.

Setelah jam 6 sore, harimau betina itu kembali (ke semak-semak). Dia baru ketahuan oleh kawanan banteng dan sekelompok 7 rusa ketika hanya berjarak sekitar 100 meter. Kawanan Banteng dan rusa tidak pergi, tetapi berkelompok dan berkonsentrasi memperhatikan semak yang sama yang sebelumnya ditinggalkan harimau betina itu pada siang hari. Ketika kawanan banteng, yang melindungi anak-anak mereka, mulai mendekati semak-semak (dimana harimau berada), harimau betina mulai mengincar rusa. Sekitar 50 meter dari rusa, dia tiba-tiba bangkit (membatalkan buruannya) menampakkan diri dan berjalan lurus ke arah kawanan banteng yang mendekatinya. Dengan sangat santai, dia melewati kawanan banteng dengan jarak sekitar 15 kaki (5 meter) dan kemudian menuju kali, sangat dekat dengan pohon Hoogerwerf. Karena merasa dia diawasi dengan sangat ketat oleh kawanan banteng dan rusa, akhirnya dia memutuskan untuk menghilang masuk ke dalam hutan.

Namun malam itu, harimau betina itu kembali dan mulai mengaum. Setiap auman langsung diikuti (direspon) oleh kawanan banteng yang juga melenguh/bersuara bersahutan. Hoogerwerf mengira harimau betina itu mulai bereaksi terhadap kawanan banteng. kemungkinan harimau betina itu, mulai merasa terganggu oleh kawanan banteng dan kemudian kehilangan kesabaran.
  
Banteng jantan dewasa yang diserang oleh harimau

Sedangkan Banteng ini, Jantan dewasa yang ditembak di ujungkulon. Setelah tertembak, seorang dokter hewan dipanggil dan dia menemukan bahwa banteng itu ternyata telah terluka parah oleh harimau sebelumnya. Sang dokter menyimpulkan luka banteng tersebut sangat buruk sehingga dia akan mati pada akhirnya meskipun tidak tertembak peluru. Mungkin  karena sangat menderita oleh luka dari serangan harimau tersebut banteng itu berperilaku tidak wajar yang pada akhirnya dia tertembak oleh peluru pemburu.

Demikian sekilas terjemahan dari tulisan Hoogerwerf sendiri. Mulai sekarang saat anda melihat foto harimau jantan ujungkulon tersebut miminal anda dapat membayangkan cerita dan suasana ujungkulon di tahun 1930an tersebut.  

sayang sekali kita hanya bisa membayangkan karena sampai saat ini tidak ada film/video yang pernah merekamnya. Saya mencoba memberi sentuhan warna pada foto bersejarah tersebut, hasilnya kira-kira seperti ini.

Nb : setelah membaca tulisan Hoogerwers diatas barulah saya menyadari seharusnya saya memberi warna yang lebih gelap untuk warna dasarnya.







3 komentar:

  1. Admin Masih Lanjutin lagi Blognya. Saya mau request Bahas Harimau Kaspia dan Singa Berber dong ??

    BalasHapus
  2. "Agen poker terbesar dan terpercaya ARENADOMINO.
    minimal depo dan wd cuma 20 ribu
    dengan 1 userid sudah bisa bermain 9 games
    ayo mampir kemari ke Website Kami ya www.arenadomino.com

    Wa :+855964967353
    Line : arena_01
    WeChat : arenadomino
    Yahoo! : arenadomino"

    BalasHapus